Home
Turun Ke Desa Sari Mulya, Bupati H. Zukri Pastikan Pelayanan Berobat Gratis di Nikmati Masyarakat | Bakti Sosial Sentuh Penyandang Disabilitas, Hari Bhayangkara Ke-78 | Resmikan Masjid Al-Fahruddin, Bupati Kasmarni Ajak Makmurkan Masjid | Masalah Listrik Wabup Bagus Santoso Intruksikan Camat dan Kades Pro Aktif | Pj Sekda Kampar Ahmad Yuzar Launching Pelayanan Administrasi Kependudukan di Desa Pandau Jaya. | Pemdes Bantan Tua Melaksanakan MTQ Ke XVIII Desa Bantan Tua
Senin, 24 Juni 2024
/ Pekanbaru / 07:16:02 / Warga Minta Jukir Tak sampai 24 Jam /
Warga Minta Jukir Tak sampai 24 Jam
Selasa, 11/06/2024 - 07:16:02 WIB

Realitaonline.com, PEKANBARU - Penerapan parkir di beberapa tempat Kota Pekanbaru diharapkan tidak sampai 24 jam, alias sehari semalam. Terutama di retail-retail modern.

Sejumlah warga yang ditemui Riau Pos pada dini hari kemarin mengaku mengeluh dengan sistem parkir saat ini. Parkir masih diminta bahkan ketika tidak belanja. Seperti diutarakan seorang pemuda bernama Amri, dirinya heran juru parkir beroperasi hingga dini hari.

”Saya rumah jauh, ya memang kalau dari Rumbai saya berhenti di sini dulu (retail modern 24 jam Jalan Sudirman, red). Tukang parkirnya tahu saya cuma berhenti merokok duduk di atas motor sama teman-teman, tapi tetap ditagih,” ungkapnya.

Amri mengaku tetap tidak mau bayar, namun dia kesal mengapa wajah juru parkirnya masam. Padahal, bila sudah pukul 01.00 WIB dini hari, yang paling aman berhenti tentu toko yang masih buka. Sehingga dirinya memilih berhenti di toko retail modern tersebut.

”Kan kami cuma berhenti dan merokok, dia (tukang parkir, red) nampak kok kami tak masuk toko. Kecuali tempat parkirnya sempit dan kami menghalang orang lain. Kan tak berhenti di tanda (marka, red) parkir,’’ sebut Amri yang mengaku tinggal di Kubang, Kampar.

Sementara itu warga lainya, Razali, malah tidak setuju sama sekali pungutan parkir di retail modern. Ditambah pula sampai 24 jam.

”Kadang saya cuma belanja Rp5.000, itupun terpaksa karena barangnya cuma ada di sini (retail modern, red). Gara-gara parkir ini, jadi Rp7.000 uang keluar,’’ ujarnya kesal.

Razali berharap retail modern tidak lagi kena retribusi parkir. Masyarakat yang hidupnya sudah susah, kata dia, tidak seharusnya kena beban lagi.

Pantauan Riau Pos, setidaknya di empat retail modern di Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Kaharuddin Nasution pada Ahad (9/6) dini hari kemarin, tiga dari empat toko itu masih dijaga juru parkir (jukir). Seorang juru parkir di retail modern di Jalan Jenderal Sudirman mengatakan, dirinya memang mendapat shift atau giliran dari tengah malam hingga dini hari. ”Giliran saya memang jam segini (lewat tengah malam, red),” ungkap juru parkir paruh baya.

Begitu juga di retail modern yang berada di Jalan Jenderal Sudirman tidak jauh dari Hotel Grand Central. Di sini juga berdiri seorang juru parkir yang terlihat mengenakan rompi resmi Dishub Pekanbaru.

Sementara, juru parkir retail modren di Jalan Kaharuddin Nasution juga mengaku tiap malam berjaga di sana hingga pagi. Bahkan ketika toko itu sepi pengunjung.

”Kalau tengah malam sering sepi, tapi kalau kayak gini (Ahad dini hari, red), biasa ramai. Kadang saya sampai jam 6 (pagi, red),” sebut pria berperawakan kurus ini.

Menurutnya, tiap tengah malam dirinya menjaga parkir di retail modern tersebut. Kalaupun tidak dia yang menjaga, ada yang menggantikan.

”Wah... banyak yang antre mau jaga. Adik-adik awak juga banyak mau,” ungkapnya.

Terkait masalah parkir hingga dini hari ini, Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru sudah mengingatkan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Terutama akibat banyak permasalahan yang terjadi di lapangan dipicu oleh agresifnya penerapan parkir yang bahkan sampai dini hari.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan secara khusus mengingatkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru untuk dicarikan solusi. Kalau perlu, kata dia, lakukan kajian ulang sistem pengelolaan parkir di kota ini.

”Duduk bersamanya belum tuntas masalah parkir ini. Keinginan masyarakat di bawah yang kita lihat sebelum Pemilu 2024, mereka ingin mengembalikan bentuk tarif parkir ke bentuk semula. Kami terus mendengarkan keluhan ini,” kata Nurul Ikhsan, kemarin.

Nurul Ikhsan mengatakan dirinya tidak ingin ada lagi keributan. Apalagi sampai ada kata-kata kasar, pengancaman hingga pemukulan. Hal ini kerap dipicu ketidakpuasan warga yang di mana-mana kena parkir, bahkan saat dini hari yang masih saja kena tarik parkir.

”Kami tunggu langkah nyata dari pemko dan tentunya Pj Wako yang baru sekarang. Dengan banyak kejadian sejak kebijakan baru ini, maka harus ada kajian sebelum muncul lagi keributan baru,’’ sebut politisi Gerindra ini.

   
 
 
 
 
 

Alamat Redaksi & Iklan :
 
Jl. Garuda No. 76 E Labuhbaru
Pekanbaru, Riau-Indonesia
  Mobile  : 081268650077
Email : yhalawa2014@gmail.com