Home
Dukung SE Walikota Pekanbaru, Tokoh Agama Riau Gelar Pertemuan Dengan Polda Riau. | Temuan Inspektorat Pengunaan DD/ADD Desa Kesuma Telah Dikembalikan | Kades Kesuma Dan Inspektorat Pelalawan Diduga Kongkalikong | Ketua B2P3 Riau berbuka bersama di Sekretariat pekanbaru | Bupati H.Zukri Tegaskan Perusahaan Lakukan Perawatan Dari Awal | PT. Pelindo I Cabang Dumai Membagikan Takjil Kepada Masyarakat
Rabu, 12 Mei 2021
/ Nasional / 07:59:05 / Pemerintah Pusat Diharapkan Menarik Harga Subsidi Pupuk Dan Gas Elpiji 3Kg /
Pemerintah Pusat Diharapkan Menarik Harga Subsidi Pupuk Dan Gas Elpiji 3Kg
Sabtu, 03/04/2021 - 07:59:05 WIB

Realitaonline.com,Bireuen-Pemerintah Pusat diminta untuk.segera menghapus harga subsidi Pupuk.dan Gas Elpiji berukuran 3Kg disebabkan selama ini harga dari kedua barang tersebut yang  dibeli oleh masyarakat jauh dari harga het yang telah ditentukan oleh Pemerintah untuk harga gas elpiji 3kg bersubsidi  berkisar 30 ribu sampai 35 ribu pertabungnya, sedangkan harga pupuk bersubsidi mencapai 180 sampai 220 ribu dalam persaknya ,tingginya harga jual ini yang dirasakan oleh masyarakat seperti tidak adanya harga subsidi "jadi sebaiknya menurut Jf hapus saja bantuan subsidi itu biar semua masyarakat merasakan hal yang sama dalam membeli barang.

Hal ini dikatakan salah seorang masyarakat Bireuen (Jf) Kepada Realitaonline.comJum'at (02/4)2021.

Selain harga mahal, kedua barang itupun langka dipasaran, kadang kala  masyarakat juga sering mengeluh terutama masyarakat  petani yang setiap tahunya kekurangan pupuk mengakibatkan  ratusan hektar lahan pertanian di Bireuen, terancam gagal panen, " tutur Jf".

Mahalnya harga dan langkanya pupuk bersubsidi serta gas berukuran 3kg ini, sudah sangat lama terjadi, dugaan adanya oknum yang bermain mencari keuntungan yang lebih besar bagi kepentingan pribadinya, meskipun demikian kasus ini belum ada titik terang untuk " Disidak" oleh unsur Dinas terkait."jelas JF".kepada Realitaonline.com jum at (02/4)2021.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Bireuen, M.Nasir melalui Kabid Holtikultura, Hj.Mutia saat dikonfirmasi Realitaonline.com beberapa waktu lalu diruang kerjanya terkait langkanya pupuk bersubsidi," Dia menyebutkan bahwa koarta pupuk yang diberikan Pemetintah tidak cukup bagi kebutuhan petani di Bireuen.maka untuk itu .menurut " Mutia " diharapkan adanya penambahan Koarta disetiap tahunya.

" Terkait kelangkaan dan kenaikan harga tinggi untuk gas 3 kg bersubsidi yang selama ini terjadi dilapangan,pihak Disperindagkop belum bisa dikonfirmasi Realitaonline.com dalam keadaan sibuk.

Terpantau Realitaonline.com Jumat (02/4)2021,setiap tahun masyarakat Bireuen terus saja "menjerit akibat kelangkaan pupuk subsidi dan gas elpiji 3 kg, biasanya untuk bahan gas  bersubsidi  terjadi pada saat menjelang puasa dan lebaran (Hendra)
   
 
 
 
 
 

Alamat Redaksi & Iklan :
 
Jl. Garuda No. 76 E Labuhbaru
Pekanbaru, Riau-Indonesia
  Mobile  : 081268650077
Email : yhalawa2014@gmail.com