PT. RAPP Dinilai Abaikan Keputusan Pemerintah 

Dibaca sebanyak 470 kali
Pelalawan | Yulius Halawa | Kamis, 23/07/2020 | 11:01:01 WIB
 

Realitaonline.com, Pelalawan -
Keputusan pemerintah yang menyatakan bahwa operasional perusahaan yang positif terpapar virus corona, diberhentikan demi mencegah penyebaran virus tersebut. Namun di Kabupaten Pelalawan hal itu terkesan diabaikan.

Demikian disampaikan oleh aktifis LSM Gementara Raya Herman Waruwu pada Rabu (22/7/2020) kepada media ini di Pangkalan Kerinci. "Data yang telah terkonfirmasi dari juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan Corona virus disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Pelalawan Azril M.Kes, bahwa ada dua orang yang posistif Covid-19 pekeeja di PT. RAPP. Salah satunya disebutkan menduduki jabatan sebagai Direktur di perusahaan bubuk kertas tersebut," imbuh Herman.

Perusahaan raksasa bubuk kertas PT. RAPP, memiliki ribuan orang karyawan. Harusnya segala aktifitas perusahaan tersebut dihentikan untuk sementara demi mencegah penularan Covid-19 yang tengah mewabah saat ini. "Maka itu kita menagih keputusan pemerintah tersebut, tolong hentikan operasional perusahaan PT. RAPP supaya ribuan karyawannya tersebut tidak ikut terpapar corona virus disease 2019," pinta Herman dengan tegas.

"Sangat kita sayang kebijakan pemerintah daerah Kabupaten Pelalawan yang terkesan tidak mau peduli dalam persoalan itu. Harusnya pihak Pemda Pelalawan sudah mengambil sikap tegas terhadap perusahaan PT. RAPP yang diduga mengabaikan keputusan pemerintah tersebut. Segala aktifitas perusahaan itu harusnya diberhentikan untuk sementara, supaya ribuan karyawan perusahaan itu tidak ikut terpapar virus Corona," ujarnya meprotes pemerintah.

Managemen PT. RAPP melalui Humas Mabrur yang dicoba dikondirmasi dalam masalah itu lewat aplikasi WA, tidak memberikan keterangan. Mabrur justru menyuruh konfirmasi kepada Budi Firmansyah. Sayangnya konfirmasi yang dikirim media ini di WA pribadinya Budi Firmansyah sudah masuk, tapi tidak dijawabnya. Sampai berita ini tayang di media, belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan PT. RAPP.

Lanjut Herman, sungguh lebih ironisnya lagi penerapan regulasi yang telah dibuat oleh pemerintah pusat dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 ini. Diketahui beberapa hari lalu Bupati Pelalawan HM. Harris baru saja pulang dari luar negeri. Pak HM Harris seharusnya wajib di isolasi atau karantina mandiri selama beberapa hari, sebelum hasil tes kesehatannya dinyatakan negatif oleh para medis. Namun realitanya setelah HM Harris pulang dari Singapur, tidak mematuhi ketentuan tersebut, ujar Herman dengan geram.

Nampaknya penerapan aturan untuk mencegah Covid-19 itu hanya berlaku bagi masyarakat kecil atau masyaramat biasa. Bagi penguasa seperti Bupati Pelalawan, aturan itu bisa dianaikan, protesnya dengan penuh kesal. (Sona)
 

Sabtu, 17/10/2020 - 07:38:26 WIB
Yakinkah Adi Sukemi Mensejahterakan Rakyat Pelalawan Nanti? 

Sabtu, 10/10/2020 - 17:04:40 WIB
Pemenang lelang PT Bank Mandiri (Persero)Tbk. Merasa di rugikan dan Buat Laporan di Mapolres Pelalaw

Selasa, 22/09/2020 - 17:36:56 WIB
Zoom Meeting DPP MOI dan DPW Riau menuju Rakerwil

Selasa, 08/09/2020 - 12:51:47 WIB
Pemerintah Kabupaten Pelalawan Serahkan Secara Simbolis BLT Provinsi dan Kabupaten Pelalawan

Senin, 31/08/2020 - 11:53:44 WIB
Petugas Sensus Penduduk Tahun 2020 Kecamatan Bandar Petalangan Ikuti Rapid Test

Selasa, 25/08/2020 - 07:12:41 WIB
Ada Warga OTG Covid-19, RT 1 RW 6 Pkl Kerinci Timur Rapat Dadakan 

Sabtu, 22/08/2020 - 10:13:45 WIB
Alasan Habis Kontrak Kerja, Koperasi Tani Sejahtra PT Adei Usir BHL Dari Barak 

Senin, 17/08/2020 - 19:09:50 WIB
Peringatan HUT Kemerdekaan RI, Bupati Harris Serahkan Masker Bagi Masyarakat

Senin, 10/08/2020 - 15:50:40 WIB
Pimpinan PT. Serikat Putra Hindari Wartawan 

Senin, 10/08/2020 - 15:50:19 WIB
Pimpinan PT. Serikat Putra Hindari Wartawan 

Jumat, 07/08/2020 - 12:58:02 WIB
PPWI Pelalawan Audensi di Kejaksaan Negeri Pelalawan

Selasa, 28/07/2020 - 14:27:50 WIB
IDLH Minta DLH Pelalawan Infestigasi Dugaan Pencemaran Lingkungan Oleh PT. Serikat Putra 

Selasa, 28/07/2020 - 13:30:30 WIB
Pemerintah Kabupaten Pelalawan Serahkan BLT Kepada Masyarakat Di Kecamatan Bunut 

Senin, 27/07/2020 - 00:57:01 WIB
Pemerintahan Desa Air Terjun Salurkan BLT DD Tahap III 

Jumat, 24/07/2020 - 08:14:48 WIB
Bupati H.M.Harris Kunker di Kecamatan Kuala Kampar Berikut Agendanya 

Kamis, 23/07/2020 - 11:01:01 WIB
PT. RAPP Dinilai Abaikan Keputusan Pemerintah 

Rabu, 22/07/2020 - 15:18:09 WIB
Kadis Kominfo Pelalawan Sambut Baik Kehadiran PPWI di Kabupaten Pelalawan 

Rabu, 22/07/2020 - 15:18:05 WIB
Kadis Kominfo Pelalawan Sambut Baik Kehadiran PPWI di Kabupaten Pelalawan 

Sabtu, 18/07/2020 - 14:59:53 WIB
Yayasan C9 School Undang Wali Murid Rapat Kerja Strategy Sekolah New Normal di Masa Pandemi Covid-19

Selasa, 14/07/2020 - 06:55:34 WIB
Karyawan PT. MUP Menjerit Digaji Dibawah UMK

Sabtu, 11/07/2020 - 07:57:48 WIB
Perumahan Lingkar Mas Jadi Tempat Penilaian Lomba STBM

Jumat, 10/07/2020 - 07:07:10 WIB
LBH Brata Jaya Riau Hadir Membela Masyarakat Lemah

Kamis, 02/07/2020 - 16:29:32 WIB
Sekretaris Dinas Pariwisata Pelalawan Ngaku Tekilau

Kamis, 02/07/2020 - 11:00:10 WIB
Bupati Pelalawan Serahkan Secara Simbolis BLT DD Di Kecamatan Pangkalan Lesung

Kamis, 02/07/2020 - 10:44:57 WIB
PT. Musim Mas Dinilai Persulit Karyawan Beribadah

 
HOME | UTAMA
PEMERINTAH KABUPATEN PELALAWAN © 2015
>